Jangan biarkan semua yang sudah Kau lepas bebas dikendalikan buruk oleh oranglain.
Semua yang sudah Kau lepas ikhlas akan kembali menempati perannya tanpa kendalimu.
Sekeras apapun usahamu, semua tetap atas kendaliNya.
Tetaplah memainkan peranmu, mengikuti skenariomu,
Sang Penulis lebih tahu alur dalam cerita yang ditulisNya, tidak perlu bersusah resah memikirkan bagaimana akhirnya. Tugasmu hanyalah taat. Kita sudah dipersiapkan untuk ditempa, maka tetaplah kuat dengan taat.
Jatuhmu saat itu dikekarkan dengan seberapa tangguh Kamu bangkit kembali. Bersabarlah selangkah lagi. Dilangkahmu selanjutnya pasti Kau temukan satu baris yang terlewat dahulu, baris yang sering Kau lupakan dahulu. Satu baris yang akan membawamu pada senyuman, Satu baris yang akan menyejukkanmu. Satu baris yang akan selalu Kau rindukan. Baris itu bernama Syukur.
Kamis, 03 Desember 2015
Sabtu, 24 Oktober 2015
Hutang Nulis
Apa Kabar?
Sudah lama sekali tidak mampir bahkan nengok blog sendiri :3
Rasanya banyak sekali cerita yang harus ditulis, tapi entah mengapa sekarang walaupun sedang di rumah terus justru sulit menemukan me-time yang bisa selonjoran dengan laptop dan musik sampai pagi. Aku rindu me-timeeee
Aku punya banyak macam cerita, dengan rasa yang campur aduk. Cerita-cerita yang melengkapi pondasi raga ini supaya semakin kuat. Banyak sekali yang harus disyukuri setelah masa melepas satu komitmen. Aku menyebutnya masa menutup lubang.
Aku sudah menutup satu lubang besar yang dulu Aku anggap sumber rezeki ku. Terlalu bergantung dengan manusia, padahal jelas-jelas semua rezeki datang dari Allah. Sulit? Tidak. Waktu memutuskan menutupnya Aku tidak ragu sedikit pun, karena hatiku berkata bahwa terlalu banyak hal negatif disana yang sudah menular hingga akalku. Aku tutup dengan satu keyakinan jika tidak kutemukan lubang yang baru, Allah pasti beri seperangkat alat gali untuk Aku buat lubang rezekiku sendiri.
Proses pencarian lubang baru benar-benar tidak semudah yang Aku rencanakan dulu. Berbagai penolakan sudah Aku alami, anggap saja sebagai pupuk sabar untuk tujuan yang sedang ditanam. Kalo ditolaknya masih sesama manusia sih insya Allah udah kebal hehehe.
Bosan dengan penolakan-penolakan itu, Akhirnya Aku mulai menggali lubang pertamaku dengan seperangakat alat gali dari Allah^^. Menggemburkan tanah supaya subur untuk ditanami itu ternyata penuh perjuangan yahhh.
Atas izinNya, kini Aku berhasil membuat beberapa lubang baru yang sedang Aku tanam rezekiku. Memang belum besar, asal panennya lancar dan bisa bermanfaat untuk yang lain pasti bisa membahagiakan dan bikin awet mudaaa ^^
Merekahlah hingga Kau terlihat cantik dengan manfaatmu
Sudah lama sekali tidak mampir bahkan nengok blog sendiri :3
Rasanya banyak sekali cerita yang harus ditulis, tapi entah mengapa sekarang walaupun sedang di rumah terus justru sulit menemukan me-time yang bisa selonjoran dengan laptop dan musik sampai pagi. Aku rindu me-timeeee
Aku punya banyak macam cerita, dengan rasa yang campur aduk. Cerita-cerita yang melengkapi pondasi raga ini supaya semakin kuat. Banyak sekali yang harus disyukuri setelah masa melepas satu komitmen. Aku menyebutnya masa menutup lubang.
Aku sudah menutup satu lubang besar yang dulu Aku anggap sumber rezeki ku. Terlalu bergantung dengan manusia, padahal jelas-jelas semua rezeki datang dari Allah. Sulit? Tidak. Waktu memutuskan menutupnya Aku tidak ragu sedikit pun, karena hatiku berkata bahwa terlalu banyak hal negatif disana yang sudah menular hingga akalku. Aku tutup dengan satu keyakinan jika tidak kutemukan lubang yang baru, Allah pasti beri seperangkat alat gali untuk Aku buat lubang rezekiku sendiri.
Proses pencarian lubang baru benar-benar tidak semudah yang Aku rencanakan dulu. Berbagai penolakan sudah Aku alami, anggap saja sebagai pupuk sabar untuk tujuan yang sedang ditanam. Kalo ditolaknya masih sesama manusia sih insya Allah udah kebal hehehe.
Bosan dengan penolakan-penolakan itu, Akhirnya Aku mulai menggali lubang pertamaku dengan seperangakat alat gali dari Allah^^. Menggemburkan tanah supaya subur untuk ditanami itu ternyata penuh perjuangan yahhh.
Atas izinNya, kini Aku berhasil membuat beberapa lubang baru yang sedang Aku tanam rezekiku. Memang belum besar, asal panennya lancar dan bisa bermanfaat untuk yang lain pasti bisa membahagiakan dan bikin awet mudaaa ^^
Merekahlah hingga Kau terlihat cantik dengan manfaatmu
Selasa, 15 September 2015
Kata-kata ajaiib
So, i am trying to make one page that filled with "kata-kata ajaib"Suatu hari Fernia bilang"Jis, kayanya lu perlu catet cetusan ajaib lu yang tiba-tiba keluar deh. Jadiin kumpulan kata-kata indah"
So here they are...Moga beneran indah ^^
The destiny might be far, but i won't turning back.
Seperti apapun keadaanmu saat ini, syukur ada untukmu yang terselimuti kalutnya dunia.
Anggap saja hari itu sebagai 'hari survey hidup', supaya Kamu sadar apakah jalan ini layak atau tidak untuk terus dipijaki.
Karena untuk menyelesaikan masalah dengan manusia, memerlukan Allah sebagai penengahnya.
Ketika Kamu mendapat fitnah atau jadi bahan ghibah, anggap saja mereka orang-orang yang tidak tahu. Karena yang tidak tahu diwajarkan untuk salah.
Kamu sedang menjalani terkabulnya doa panjangmu. Buatlah hubunganmu makin baik dengan Allah atau bahkan dengan makhlukNya. Bersyukur untuk 2 hal, untuk doamu yang terkabul dan untuk masalah baru yang hadir sebagai pembatas supaya tetep inget ke Allah.
Karena masalah dapat mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Depends on how you treat your trust.
To be continued...
Sabtu, 18 Juli 2015
Pagi ini, ada yang meminta Saya menyerah untuk sesuatu yang tidak Saya perjuangkan. Kenapa dari luar Saya terlihat memperjuangkannya? Heran. Dari sekian peliknya hidup ini masih ada yang rapih memperhatikan kehidupan pribadi Saya hingga ke bagian hitam yang Saya sendiri tidak melihatnya.
Lain lagi dengan yang meminta Saya memperjuangkan yang Saya tidak ingin dapatkan. Apa terlihat begitu lesunya semangat Saya hingga ada oranglain yang ingin Saya ngoyo meraih sesuatu itu.
Yaa Robbi, jika telinga ini ditakdirkan untuk mendengar komentar yang tidak baik, maka sediakan hati yang penuh kedewasaan untuk membentenginya. Jika mata ini diharuskan melihat sesuatu yang tidak Engkau senangi, maka sediakan akal untuk mencernanya lebih bijak.
Ied Mubarak 1436H,
Maafkan jika blog ini kadang tidak bermanfaat.
Moga kebaikan selalu jadi amalan untuk kita semua.
Lain lagi dengan yang meminta Saya memperjuangkan yang Saya tidak ingin dapatkan. Apa terlihat begitu lesunya semangat Saya hingga ada oranglain yang ingin Saya ngoyo meraih sesuatu itu.
Yaa Robbi, jika telinga ini ditakdirkan untuk mendengar komentar yang tidak baik, maka sediakan hati yang penuh kedewasaan untuk membentenginya. Jika mata ini diharuskan melihat sesuatu yang tidak Engkau senangi, maka sediakan akal untuk mencernanya lebih bijak.
Ied Mubarak 1436H,
Maafkan jika blog ini kadang tidak bermanfaat.
Moga kebaikan selalu jadi amalan untuk kita semua.
Langganan:
Postingan (Atom)