Kamis, 14 Desember 2017

Untukmu yang ada di penghujung 2017

Untukmu yang bertahan selama ini di penghujung tahun
Untukmu yang tidak berpaling sejauh ini di tiap simpangan
Untukmu yang tetap berdiri ditengah amukan badai

Menyenangkan bukan bisa kembali pada halaman ini
Aku hanya ingin melaporkan tentang banyak hal yang terjadi di tahun ini

Tentang menyusutnya size tubuhku ^^
Tentang kebahagiaan Mama Bapak
Tentang semangat yang sudah bersama dengan raga lain 
Tentang sahabat yang dipinang dengan saingan masa kecilku
Tentang akhir dari kisah cintanya si sepupu
Tentang tekad bulat untuk mengubah sifatku
Tentang pelajaran ikhlas yang susah payah Aku jalani
Tentang sabarku yang ternyata masih kalah Aku darinya
Tentang keyakinanku yang masih timbul tenggelam
Tentang satu doaku yang masih kutunggu terkabulnya

Kebahagiaan terbesarku di tahun adalah Aku tahu Engkau terlalu cinta padaku
Berkali kali Kau menahanku untuk menjauh dari Mu. Berkali kali juga Aku merasa terkalahkan oleh dunia. Sekarang Aku sadar, bahwa ketika Aku merasa kalah dari dunia, itu karena akhirat ingin memenangkanku.
Semoga ditahun mendatang adalah tahun kelulusanku di ujian bernama sabar.

Minggu, 12 Februari 2017

Merahmu kembali

Bismillah...
Assalamualaikum Blogku...

Kalau boleh flashback, ternyata dulu sering banget ya punya waktu buat berlama-lama di depan laptop untuk youtubean, dramaan, nulisan sampai kepoan. Sekarang? Duh, bisa main hape sebelum tidur aja udah syukur, sekarang bisa buka blog ini lagi bahagianya ruarrr biasa.

Anyway, banyak sekali yang berubah, bukan hanya usia tapi secara pemikiran dan emosi pun berubah secara alami. Sekarang akan berpikir berjuta kali membuang waktu  berjam jam demi fangirling atau dramaan, karena ternyata waktu selama itu bisa digunakan buat perluas pasar nambah customer, nambah saudara, nambah rezeki. Sekarang akan merasa rugi kalau terus-terusan bergalau di satu rasa, hal kaya gitu bisa di alokasikan untuk perbaikan diri ke Sang Maha Penguasa Rasa.

Semuanya berubah dan kebiasaanku dulu pun berubah. Entah dari kapan fokusku berubah menjadi pencari materi dibanding kebahagiaan diri sendiri. Ini bukan artinya Aku ga bahagia, tapi hari ini satu temanku bilang "Jis, kok lu apa-apa buat bahagiain keluarga lu, buat lu nya sendiri kapan?". Ini mungkin dia ga ngerti kalau arti bahagia buat gue ya ngebahagiain keluarga gue. Atau mungkin maksud bahagia buat dia itu, menikah? hmm bisa jadi begitu. 
Gue akan bilang; ya, gue ingin menikah. Kapan? niatnya sebelum usia 26 habis (which is next year ahead) calonnya? belum tau.
Tapi, emang bisa yang mengukur kebahagiaan seseorang dengan status pernikahan? 

Dari sekian berlimpahnya kejutan di 2016 kemarin, Aku hanya punya syukur karena Allah masih bersedia menarik kembali keimanan ini yang sering kali terulur hilang arah. 
Yaa Rabb, sekarang Aku hanya punya diriMu, terima kasih atas keluargaku yang terus berbahagia, terima kasih sudah memudahkan urusan-urusanku, terima kasih sudah menyelesaikan dengan baik rasa-rasa yang tidak seharusnya ada.
Dekap lagi Aku, jiwa yang mudah terpengaruh bujuk negatif dari luar sana. Yakinkan Aku lagi bahwa tiap manusia punya jalan menuju bahagianya masing-masing, dengan liku dan arah yang berbeda.


Kamis, 28 April 2016

Apa kabar?
Malam ini Saya inget Kamu akibat pertanyaan2 dari Aris
"Masih keingatan terus?"
Kadang Saya terlalu lemah untuk menerima ingatan masa lalu. Saya tidak bisa mencegahnya untuk tidak datang lagi ke ingatan Saya.
Honestly i want to tell someone like Him About this. Tapi sulit rasanya membuat Saya bercerita tentangmu ke orang lain.

Ini sudah beberapa tahun sejak kita [pura-pura] melupakan yang lalu-lalu. Saya tidak pernah baik dengan kepura-puraan.
Saya berada di titik jenuh saat ini. Dengan pura-pura menyibukkan diri demi membunuh masa lalu. Tapi hasilnya selalu nihil. Its always back to you.

Saya tidak pernah tau apa salah Saya sampai kamu tidak pernah merespon apapun dari Saya. Kita sudah lebih dewasa sekarang. Katakanlah sesuatu, buatlah setidaknya Saya tersadar dengan kebodohan2 yang saya perbuat selama ini. Pergi dan menghilang lalu kembali sesukamu itu memberatkan Saya. Once again, its always back to you

Kamis, 03 Desember 2015

Sebaris yang terlewat

Jangan biarkan semua yang sudah Kau lepas bebas dikendalikan buruk oleh oranglain.
Semua yang sudah Kau lepas ikhlas akan kembali menempati perannya tanpa kendalimu.
Sekeras apapun usahamu, semua tetap atas kendaliNya.

Tetaplah memainkan peranmu, mengikuti skenariomu,
Sang Penulis lebih tahu alur dalam cerita yang ditulisNya, tidak perlu bersusah resah memikirkan bagaimana akhirnya. Tugasmu hanyalah taat. Kita sudah dipersiapkan untuk ditempa, maka tetaplah kuat dengan taat.

Jatuhmu saat itu dikekarkan dengan seberapa tangguh Kamu bangkit kembali. Bersabarlah selangkah lagi. Dilangkahmu selanjutnya pasti Kau temukan satu baris yang terlewat dahulu, baris yang sering Kau lupakan dahulu. Satu baris yang akan membawamu pada senyuman, Satu baris yang akan menyejukkanmu. Satu baris yang akan selalu Kau rindukan. Baris itu bernama Syukur.