Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2011

Sang murrobiyah, Bunda Yoyoh

hari ini tepat seminggu kepergian bunda kita,
masih terbayang bagaimana bunda menggemakan "BEBASKAN PALESTINA" pada acara symposium international sekitar setahun silam.
saat itulah terakhir kalinya aku bertemu dengan bunda
pertemuan akhir yang sulit dilupakan

tidak banyak yang bisa aku ceritakan tentang bunda
karena setiap aku ingin menulis tentang beliau
jariku seperti bergemetar
butir air mata jatuh tak terbendung
isak rintih kesedihan tak dapat tertahankan

Namun janjiku untuk bunda hari ini tepat di seminggu bunda bersama Allah
"akan ada perubahan pada diriku dibeberapa bulan ini bund, namun biarkan aku menikmati sedikit masa muda jahiliyah di beberapa hari ini. Walau ajal tidak dapat diterka, namun niatku untuk berubah sudah terpaku sejak bunda pergi. Aku akan berusaha 'kembali' bund. Baik-baik disana, doakan kami agar dapat meneruskan perjuanganmu"

kalian bisa mengenal bunda yoyoh yusroh lebih jauh di "Yoyoh Yusroh Testimoni"

Sabtu, 07 Mei 2011

hadits of the day


اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42. Menurut pendapat Al-Albani, hadits di atas adalah hasan dalam Shahih Abu Dawud 3/959.



اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ , وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ , وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ , وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari cengkraman utang dan laki-laki yang menindas-(ku)“ ( HR. Bukhari: 7/158, “Adalah Rasulullah banyak (membaca) doa ini, lihat Bukhari dalam Fathul baari: 11/173)




everybody's changing

adalah hak setiap insan untuk menetukan bagaimana ia hidup
dengan atau tanpa tuntutan dari orang lain
usia demi usia akan mengubah setiap sudut pandang yang ia miliki
bagaimana ia harus menentukan yang pantas dan tidak pantas
dengan atau tanpa tuntunan dari orang lain

beribu nasihat yang oranglain berikan
berjuta ilmu yang ia dapatkan
tidak mampu mengubah apa yang sudah menjadi ideologi hidupnya
prinsip kuat, tekad yang membatu tidak akan goyah hanya dengan sentilan angin

hari ini, ketika sedang menyendiri
menjelajah setiap akun jejaring sosial milik teman-teman lama
berusaha untuk kembali menyambung silaturahmi yang pernah terjalin
membuka satu persatu akun itu
melihat setiap tulisan dan foto didalamnya

ah . .
sangat mengejutkan !!
ternyata meraka sudah berubah
sangat berbeda dari yang dulu aku kenal
tidak sedikit yang menanggalkan mahkota yang Allah berikan
tidak sedikit yang akhirnya terjerumus ke surga dunia yang fana

hijab yang dulu mereka kenakan
mereka tutup rapat setiap bagian tubuhnya
kini mungkin hanya menggelantung kusam di lemari pakaiannya
rambut yang dulu mereka tutup indah dengan jilbab
kini telah terlihat jelas di setiap pasang mata kaum adam

jika ada yang mengatakan
everybody's changing
yap !
semua orang pasti berubah
tapi seperti apa perubahan yang ia ubah?
good to worse or worse to good
thats your rights
best decision determines your best future
keep istiqomah !!

Rabbi a’uudzu bika min hamazaatisy syayaathiini wa a’uudzu bika rabbi an yahdhuruuna

Minggu, 10 April 2011

hidayah adalah pencarian, bukan penantian

gue mungkin salah satu muslimah yang tidak bisa berdakwah
ini karena gue takut istilah "kaburo maktan" ada di gue
kaburo maktan adalah penggalan ayat dari surat QS:As-shaff

Yaa ayyuhaladzina amanuu lima taquluuna ma laa taf’aluuna. Kaburo maktan indallahi antaquluu maalaa taf ‘aluun

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan

gue masih ngerasa labil untuk urusan dakwah mendakwahi. ini emang kesalahan terbesar. mungkin tidak ada masalah jika objek dakwah adalah orang-orang yang sudah punya dasar agama. tapi ketika orang awam yang menjadi objek, ini merupakan kesalahan terbesar. orang awam, akan lebih membutuhkan action untuk diikuti kemudian dia akan memerlukan ilmu dari yang ia kerjakan

contoh :

sarah, sahabat SMA gue. ia mempunyai kami ber5 sebagai sahabatnya yang sudah lebih dulu memakai hijab. Dia tahu , seorang wanita muslim wajib menutup auratnya. tapi ia tidak tahu mengapa harus menutup aurat? yang ia butuhkan adalah ilmu. mungkin kami tidak secara langsung memberi ilmu itu. Kami hanya memberinya beberapa buku tentang jilbab untuk ia baca. berikut sedikit obrolan kecil ketika kami bersama. dan setelah kenaikan kels 2 secara mengejutkan ia sudah mengenakan jibab hingga kini.

lulu, adik gue. dia terlahir berbeda, tidak seperti gue. dulu ketika kecil gue hidup di lingkungan islami. itu yang membuat gue terbiasa menerima ajaran islam. tidak seperti lulu, sekarang kami hidup dilingkungan jahili. depan rumahku adalah toko penjual minuman keras, tetangganya adalah seorang madura kolot yang mengaku mantan santri tapi tidak jelas ibadahnya. teman2 bermainnya tidak ada yang mengenal islam. yang ia butuhkan adalah mengikuti keluarga terdekat menikmati indahnya islam

seperti itu, mereka tidak butuh ocehan dalil yang kita keluarkan. mereka akan lebih menerima kita mengajak secara pelahan. seperti, ketika waktu shalat. ajaklah mereka pergi shalat bersama

"eh udah magrib ya? shalat ga"

"iya, bareng ya"

seminggu berturut-turut kamu mengajak seperti itu, maka minggu-minggu selanjutnya ia yang akan mengajak

talk less do more ^^

senja di utara Jakarta

Hari ini mentor tanpa mba nuri.
Jadi ini minggu kedua aku tidak bertemu dengan murobiyah ku itu
Ia sedang mengandung saat ini
aku lupa usia kandungannya, sekitar 4 atau 5 bulan kira kira

setelah tertawa, menanyakan kabar selama seminggu
fatma memperlihatkan sebuah buku
buku yang berjudul "codex"
ia membawa karena berencana menanyakan sesuatu kpd teman kami
isye namanya, ia kuliah di UIN jurusan biologi
menurut fatma buku ini adalah salah satu aksi pembodohan umat melalui makanan

matahari mulai menurun perlahan,
menatap saut menyaut kami dalam menanggapi buku itu
semua ilmu yang kami pelajari dikeluarkan
dibagi tanpa berat hati

selang beberapa saat, kami tersadar.
forum ini belum dibuka dengan Al-Qur'an bahkan basmalah
kebiasaan pun terlaksana :
pembacaan basmalah agar Allah meridhoi lingkaran kecil kami
membaca dan mendengar lantunan ayat suci alQuran
menstor hafalan
dan kuliah tujuh menit [kultum] bergiliran dari kami

Jadwal pengisi kultum tadi adalah Ani
ia tidak sempat mempersiapkan materi kultum
ya, karena kesibukannya sebagai calon bidan
tapi ia tetap menjalankan tanggung jawabnya

ia memperlihatkan kami sebuah video singkat
video yang sangat menampar hati
video yang membuat kami menangisi masa muda kami
video yang menjadi petunjuk untuk kembali ke jalan yang benar

RENUNGAN KEMATIAN

hari ini jasad ku terbujur kaku
terasa dingin dan tak berdaya
orang-orang yang mengenalku membawa aku ke suatu tempat
mereka mengotong jasadku
mereka menguburku, menimpa jasadku dengan tanah
lalu mereka pergi meninggalkanku
termasuk keluarga yang aku cintai

anak-anakku yang mengalir darahku didalam dirinya
istriku menangis memikirkan hidup setelah aku tiada
orangtuaku yang belum sempat aku bayar jasa-jasanya
harta-harta semua ditinggalkan
hanya amalan sebagai teman

berikan aku beberapa hari saja untuk kembali
jika kau berikan hari itu
maka aku akan berkeliling meminta maaf kepada mereka
anak-anakku, istriku, orangtuaku
orang-orang yang teraniya karena kekuasaanku
orang-orang yang terluka karena kebohonganku
berikan aku beberapa hari saja untuk kembali
maka aku tidak akan pernah melupakan hari ini


Isak tangis terdengar samar dari masing-masing kami
malu atas dosa yang diperlihatkan
malu atas semua kelalaian
takut akan siksa akhir
takut untuk tinggal sendiri di kubur
takut tidak ada amal yang dapat diperhitungkan nanti

Senja berakhir, adzan berkumandang
kami melangkah untuk bertobat
kami melangkah untuk memohon ampun

innaka ni'mal maula wa ni'manasiir

Rabu, 06 April 2011

Wahai Yang Maha Sempurna

Butuh beribu tenaga, beribu kesabaran, beribu perjuangan, beribu kesehatan, beribu pikiran, beribu dukungan dan hanya satu keridhoan

Wahai penguasa masa depan,
Aku butuh semua itu saat ini
Keridhoan Mu . .
Ya, ridho untuk setiap garis hidup yg aku ukir.
garis yang sudah aku torehkan di agungnya bumi Mu

Aku memang pernah menghapusnya
Tapi ia kembali di atas kesamaran
Sudah aku tebali tintanya,
sudah aku perjelas tujuannya
Samar masa lalu pun sudah tidak terlihat
Dan tidak akan pernah aku perlihatkan lagi

Bisakah kau terus menuntun garis ku hingga melukiskan sesuatu yang berharga?
Published with Blogger-droid v1.6.7

Sabtu, 12 Maret 2011

murka ghibah

"si Tutut ternyata anak broken home loh, orangtuanya cerai pas dia SMP. Makanya dia jadi seneng bergaul ama preman jalanan, ngerokok, brutal-brutal gitu deh"
"iya, gue denger sih gitu. terus orangtuanya ga ada yang mau ngasuh dia. dia kan hampir mau bunuh diri loh karena stress. makanya jadi ga punya adab gitu tingkah lakunya. ga ada yang ngajarin dari kecil sih"
"blablabla . ."

begitu mudah dan lancarnya seseorang jika sedang membicarakan aib orang lain. Tanpa ilmu, kata demi kata menggambarkan betapa buruknya sosok yang sedang ia bicarakan. Orang lain yang mendengar tentu saja akan tertarik dengan apa/siapa yang ia bicarakan, hingga satu per satu mereka menghampiri, mengomentari, sampai menghujat tanpa mereka tahu kebenaran dari pembicaraan itu.

begitulah fenomana dahsyatnya lidah. menghasut pikiran dengan begitu cepat, melekat dan berakhir pada ghibah nantinya.
ketika seseorang sudah mengawali untuk berghibah, maka sulit untuk orang tersebut menghentikan pembicaraan itu.

Dan tahu kah kalian, apa itu ghibah?
Ghibah adalah membicarakan, membuka aib orang lain baik disengaja atau tidak.

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ، إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya, jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah, sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya.” [HR. Al-Imam Muslim]

Tidak ada untung dalam perbuatan ini
Perbuatan yang hanya akan dibenci oleh Allah, menjauhkan rahmat-Nya, diputuskannya hubungan persahabatan dengan malaikat, amalan yang telah diperbuat sia-sia dan yang paling mengerikan , Allah menjadi murka terhadap diri orang yang berghibah.
Ketika Allah telah memberikan murkanya, maka pada saat itu juga Allah membuka pintu neraka dan ia kekal didalamnya.

Alangkah meruginya orang yang berghibah. Ia hanya akan menjadikan dirinya lebih hina dari apa yang ia katakan

Wallahu A'alam bishawab

Selasa, 15 Februari 2011

akhwat dan facebook

hari ini saya hanya akan membagi "penemuan" saya tentang fenomana kelayakan seorang muslimah yang menjadi salah satu pecandu situs sosial kenamaan saat ini, facebook.

this doesn't mean you're moslemah or not, even you are not take the side advantage for your life. criminalism is anywhere now-day, be shrewd to appear whatever you do!

we're women, we can save our own life

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Suatu hari saat chatting YM, saat aku belum memiliki akun FB..

”Ada FB ga?”

”Ga ada. Adanya blog multiply. perempuanlangitbiru.multiply.com..”

Tak berapa lama kemudian.

”Kok foto di MPmu (multiply, red), anak kecil semuanya siih? Fotomu mana?”, tanya seorang akhwat yang baru dikenal dari forum radiopengajian.com.

”Itu semua foto keponakanku yang lucu..”, jawabku.

Suatu hari di pertemuan bulanan arisan keluarga..

"De' kok di FBmu ga ada fotomu siih?" tanya kakak sepupu yang baru aja ngeadd FB-ku.

"Hehe.. Ntar banyak fansnya.." jawabku singkat sambil nyengir.

Suatu siang di pertemuan pekanan..

"Kak, foto yang aku tag di FB diremove ya? Kenapa kak?" tanya seorang adik yang hanya berbeda setahun dibawahku..

"He.." jawabku sambil senyum nyengir yang agak maksa.

Suatu malam di rumah seorang murid.

”FBmu apa? Saya add ya..” tanya bapak dari muridku.

Setelah add FBku sang bapak bertanya, ”Kok ga ada fotonya siih?”

Aku hanya bisa ber-hehe-ria.

Dari beberapa kejadian itu, aku hanya bisa menyimpulkan bahwa yang pertama kali dilihat orang ketika meng-add FB seseorang adalah fotonya. Entahlah apa alasannya, mungkin memang ingin tahu bagaimana wajah sang pemilik akun FB, padahal kan yang di add biasanya yang sudah dikenal. Lantas jika memang sang empunya akun tidak memajang foto dirinya di FB, langsung deh jadi bahan pertanyaan, bahkan untuk seorang akhwat sekalipun.

Jika ditilik-tilik, fenomena foto akhwat yang bertebaran di dunia maya nampaknya sudah bukan barang asing lagi. Kita dengan mudah menemuinya termasuk di FB. FB yang merupakan suatu situs jejaring sosial begitu berdampak besar bagi pergaulan masyarakat dunia, pun termasuk pergaulan di dunia ikhwan akhwat.

Maraknya foto akhwat yang bertebaran di FB, membuat LDK (Lembaga Da’wah Kampus) suatu kampus ternama harus membuat peraturan yaitu tidak memperbolehkan akhwat aktivis da’wah kampus memajang foto dirinya di FB. Tentu saja banyak reaksi yang muncul dari peraturan dan kebijakan itu, mulai dari yang taat menerima dengan lapang dada sampai ada juga yang mem’bandel’. Namun apalah arti sebuah peraturan jika memang kita tidak mengetahui fungsi dan tujuannya dengan benar, dapat dipastikan peraturan hanya untuk dilanggar jika ditegakkan tanpa kepahaman.

***

Di suatu pertemuan para akhwat aktivis da’wah kampus..

”Ayolaaah, foto bareng..” rayuku sebagai fotografer ketika terheran-heran melihat seorang akhwat yang tidak mau ikut foto, menjauhi kumpulan akhwat yang siap-siap berpose.

Selidik punya selidik ternyata akhwat tersebut kapok untuk difoto karena fotonya beredar di FB padahal dia ga punya FB. Fotonya bisa beredar di FB karena teman-teman satu jurusan mengunduh foto momen bersama di FB yang tentu saja ada dirinya di dalam foto itu. Padahal saat itu, aku belum punya FB (hanya memiliki blog di multiply) dan tidak terbersit sedikit pun berniat untuk mempublish foto itu di dunia maya, yaaa hanya untuk disimpan di folder pribadiku. Foto kebersamaan dengan para saudari seperjuangan yang bisa membangkitkan semangat di saat-saat tak bersemangat, hanya dengan melihatnya.

Jika diperhatikan dengan seksama, ternyata benar bahwa orang-orang termasuk akhwat sudah terbiasa berkata, ”Nanti jangan lupa di upload n di tag in di FB ya..” setelah melakukan foto bersama.

Benar saja! Di suatu kesempatan berselancar di dunia maya, di saat aku akhirnya memutuskan membuat akun FB, melihat-lihat, berkunjung ke FB para akhwat, dan ternyata benar saja foto-foto akhwat dengan mudah dilihat para pengguna FB yang telah menjadi temannya. Aku yang memiliki kepribadian idealis-pemimpi agak terkejut juga melihat hal itu, secara baru terjun di dunia perFBan.

Terkejut karena kecantikan para akhwat dengan mudah dinikmati oleh orang lain. Aku agak bingung juga harus bagaimana melihat fenomena akhwat facebook-ers. Ada kekhawatiran apakah terlalu idealisnya pikiranku yang mungkin sebenarnya mengunduh foto sudah menjadi hal yang biasa saja di kalangan para akhwat. Itulah realita yang ada. Entah apa yang melatarbelakangi para akhwat akhirnya mengunduh foto pribadinya atau bersama rekan-rekannya di FB.

Hingga akhirnya pada suatu hari, terjadilah sebuah percakapan:

”Kenapa siih yang dilarang majang foto itu cuma akhwat? Kenapa ikhwan juga ga dilarang?? Bukannya sama aja ya? Sama-sama bakalan dinikmati kecantikan atau kegantengannya kan?” tanyaku bertubi-tubi kepada seorang saudari yang sepemikiran denganku tentang fenomena foto akhwat di FB.

”Ya beda-lah.. Coba kita liat para cewek yang ngefans sama artis-artis cowok Korea, mereka cuma ngeliat cowok Korea itu sekadar suka-suka yang berlebihan.. Udaaaah, hanya sebatas suka ngeliat. Tapi kalo cowok yang ngeliat foto cewek, itu beda. Kamu tau kan kalo daya lihat para cowok itu berbeda? Ada pemikiran-pemikiran tertentu dari para cowok ketika melihat seorang cewek bahkan hanya sekadar foto.”

Hmm.. yayaya.. Memang aku pernah mendengar bahwa daya lihat seorang laki-laki itu 3 dimensi. Laki-laki bisa membayangkan dan memikirkan hal-hal yang abstrak diluar dari yang dia lihat. Bahkan katanya lagi, seorang laki-laki bisa saja memikirkan seorang perempuan tanpa berbusana hanya karena melihat seorang perempuan yang berbusana mini berlalu di hadapannya. Namun kebenaran itu belum bisa kubuktikan karena aku hanyalah seorang perempuan biasa bukan seorang laki-laki.

Pantas saja Allah memerintahkan kita untuk menahan pandangan, seperti dalam firman-NYA:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. . . . .” (QS. An-Nuur [24] : 30-31)

Ayat ini turun saat Nabi Shalallahu a’laihi wassalam pernah memalingkan muka anak pamannya, al-Fadhl bin Abbas, ketika beliau melihat al-Fadhl berlama-lama memandang wanita Khats’amiyah pada waktu haji. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa al-Fadhl bertanya kepada Rasulullah Shalallahu a’laihi wassalam, “Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?” Beliau Shalallahu a’laihi wassalam menjawab, “Saya melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, maka saya tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka.”

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa yang diperintahkan untuk menahan pandangan bukan saja laki-laki namun juga perempuan. Untuk itu, sudah seharusnya kita menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak seharusnya kita pandang.

Lalu apa hubungannya dengan pemajangan foto di dunia maya?

Jika dulu kasus menjaga pandangan hanya karena bertemu dan bertatap langsung, namun saat ini sudah lebih canggih lagi, tanpa bertemu dan bertatap pun, godaan menahan pandangan itu tetap ada. Ya! Bisa jadi dengan banyaknya bertebaran foto akhwat di dunia maya, itulah godaan terbesar. Buat para ikhwan, harus mampu menahan pandangan di saat berselancar di dunia maya, di saat-saat kesendirian berada di depan layar komputer ataupun laptop. Kondisikan hati terpaut dengan Allah saat-saat kesendirian, jangan sampai kita menikmati foto akhwat yang bertebaran di dunia maya. Buat para akhwat, yang memang merupakan godaan terbesar bagi para ikhwan, akankah kita terus menciptakan peluang untuk membuat para ikhwan ter’paksa’ memandangi foto-foto pribadi kita?

***

Kejadian demi kejadian yang kutemukan di dunia maya begitu banyak menyadarkanku akan pentingnya seorang akhwat menjaga dirinya untuk tidak mudah mengupload foto dirinya di dunia maya.

Beberapa hari belakangan ini, ketika sedang mencari desain kebaya wisuda untuk muslimah berjilbab di mesin pencari google, diri ini dipertemukan dengan sebuah blog yang bernama 'jilbab lovers'. Pecinta jilbab. Ya! Sesuai namanya, di blog itu berisi hampir semuanya adalah foto-foto muslimah berjilbab dengan berbagai pose. Di antara beberapa foto muslimah berjilbab itu, aku temukan 3 komentar yang mengomentari foto seorang gadis, aku akui gadis dalam foto itu sungguh cantik, memenuhi kriteria wanita cantik yang biasanya dikatakan sebagian besar orang. Beginilah kurang lebih komentar 3 orang laki-laki pada foto gadis itu dengan sedikit perubahan:

”Itu baru namanya gadis .. cantik nan islami.. sempuuuuurnaaaa... salam kenal..”

”Subhanallah ada juga makhluk Allah seperti ini ya..”

”Subhanallah..”

Jika kita lihat ke-3 komentar diatas, bisa dilihat bahwa komentarnya begitu islami dengan kata-kata Subhanallah namun juga menyiratkan bahwa sang komentator begitu menikmati kecantikan sang gadis di dalam foto. Hal ini menandakan bahwa siapapun yang melihat foto itu memang pada akhirnya akan menikmati kecantikan sang gadis berjilbab. Allahurobbi, akankah kita -para akhwat- rela jika kecantikan diri kita dapat dengan bebas dinikmati oleh orang lain yang belum halal bagi kita bahkan belum kita kenal?

Mungkin akan ada sebagian dari kita -para akhwat- yang akan menepisnya, ”Aaahh,, itu kan foto close up. Kalo foto bareng-bareng ya gpp donk?”

Hmm.. ada satu lagi yang kutemukan di dunia maya mengenai foto muslimah berjilbab. Pernah suatu hari, ketika diri ini mencari gambar kartun akhwat untuk sebuah publikasi acara LDF (Lembaga Da’wah Fakultas) di mbah google, kutemukan foto muslimah berjilbab yang sudah diedit sedemikian rupa hingga menjadi sebuah gambar porno. Memang gambar itu tidak kutemukan langsung diawal-awal halaman pencarian google, tapi berada di halaman kesekian puluh dari hasil pencarian keyword yang aku masukkan. Terlihat foto wajah sang muslimah begitu kecil (kuduga dicrop dari sebuah foto) dan dibagian bawah wajah sang muslimah berjilbab diedit dengan dipasangkan foto/gambar sesuatu yang seharusnya tidak diperlihatkan. Naudzubillahimindzalik..

Bagaimana perasaan kita jika seandainya melihat foto diri kita sendiri yang sudah diedit menjadi gambar porno dan dinikmati oleh orang banyak di dunia maya? Atau bagaimana perasaan kita jika ada kerabat dekat yang melihat foto kita yang sudah diedit sedemikian rupa menjadi gambar porno?

Semoga saja hal ini tidak menimpa diri kita. Ya Rabb,, bantu kami –para akhwat- untuk menjaga kemuliaan diri kami..

Mungkin kita bisa mengambil teladan dari kejadian di bawah ini...

Suatu ketika, diri ini menemukan blog (multiply, red) seorang ustadz. Dalam blog itu, terlihat foto sang ustadz bersama ketiga anaknya yang masih kecil, tanpa terlihat ada istrinya. Di bawah foto itu diberi keterangan, ”mohon maaf tidak menampilkan foto istri saya..”

Dari situ aku ambil kesimpulan bahwa sang ustadz sepertinya memang tidak ingin menampilkan foto sang istri. Bisa jadi karena begitu besar cintanya terhadap sang istri, maka tak boleh ada yang menikmati kecantikan sang istri selain dirinya, begitu dijaga sekali kemuliaan istrinya. Ya Rabb, semoga kami -para akhwat- bisa menjaga kemuliaan diri kami..

Mungkin kita bisa mengambil hikmah dari kejadian di bawah ini...

Baru saja kemarin, di perkampungan multiply, MP, ada berita bahwa ada seorang ikhwan yang tiba-tiba minta ta’aruf dengan seorang akhwat padahal belum kenal sang akhwat dan hanya melihat foto sang akhwat di FB. Huufffhh.. ada-ada aja..

Jika diliat dari akar masalahnya mungkin berasal dari foto sang akhwat di FB, bukan begitu?

Jadi, apa yang akan kita –para akhwat- lakukan setelah ini?

***

Tulisan ini dipublish terutama ditujukan pada diri sendiri sebagai seorang akhwat serta untuk saling mengingatkan para facebookers yang lain. Semoga kita bisa menjaga kemuliaan diri kita sebagai seorang akhwat ketika berada di dunia maya.

”Kejahatan itu bukan hanya sekadar berasal dari niat seseorang untuk berbuat jahat tapi karena ada kesempatan. Waspadalah.. Waspadalah..”

Semangat bermanfaat!

Jadikan dunia maya sebagai ladang amal kita

###

Penulis bernama LhinBlue, seorang staf di biro PPSDM (Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Muslim) SALAM UI, yang baru saja menyelesaikan studi S1 di Kimia FMIPA UI

sr : eramuslim.com

Rabu, 04 Agustus 2010

apa yang Dia inginkan?

bagaimana rasa nya menjalani hidup dengan keterpaksaan?
bagaimana rasa nya bila Tuhan tidak mengabulkan doa kita?
bagaimana rasa nya bila segala usaha yang sudah dilakukan terasa sia-sia?
bagaimana rasa nya melihat orang tua kecewa untuk kedua kali nya?

tanyakan semua itu di hati mu.
siapa yang menginginkan keempat pertanyaan itu ada di hidup nya?
bahkan seorang yang buruk perilaku nya pun tidak akan mau menerima nya.
tidak ada satupun alasan untuk menyalahkan Tuhan yang telah mengatur skenario hidup ini.
Tuhan tahu, tapi menunggu.
Ia menunggu sampai kita sebagai ciptaan-Nya memohon, berusaha, mengabdi hingga berserah
mencoba ikhlas dan turut mengikuti alur hidup yang telah Tuhan berikan adalah satu-satu nya cara untuk mengetahui apa yang Tuhan inginkan

berkali kali kerikil dunia ini aku injak
terkadang jatuh dan menangis
berdirilah !
entah siapa yang mengucapkan
suara itt indah, tenang dan bijaksana
terpapah aku berdiri
kucoba menengadahkan kepala
itu kah Engkau wahai Tuhan ku?
lalu angin membelaiku lembut
kupejamkan mata
dan kerikil tajam berubah menjadi rumput
kucoba berjalan walau tertatih
rumput yang hijau nan lembut
kupu-kupu mengiringi titihan langkahku
mereka bernyanyi
membawa ku hingga dihadapan gerbang emas
istana didalam nya begitu menawan
entah istana apa itu
lalu mereka meninggalkan ku
pergi dan mengatakan
"cobalah membuka gerbang nya"
"itu istana mimpi mu"

Minggu, 04 April 2010

aku pertahankan jilbab ini demi ALLAH

lagi dapet tugas dari mentor
disuruh nyari tentang jilbab di negara yang melarang menggunakannya
berhubung saya adalah seorang anak yang obsesi banget sama jerman.
jadi negara pertama yang saya kunjungi di om google adalah jerman.
dan ini berita yang berhasil saya temukan.
sedih, ternyata negara obsesi gw begitu tega nya.
tp tolong di garis bawahi yaa . .
pelaku nya itu bukan orang jerman asli loooh.
dia itu keturunan rusia baca yang bener!
negara obsesi ku tidak seutuhnya bersalah!!


"Semoga haruman syurga menanti mu wahai saudariku.

Semoga kematianmu menjadi pembakar semangat muslimah-muslimah yang lain.

Semoga darahmu yang mengalir menjadi bukti kepada gadis-gadis Islam di sini yang masih tegar menunjukkan rambutnya.

Darah yang mengalir itulah bukti mu di akhirat kelak.

Tangisan air mata yang menangisi pemergianmu itu menjadi saksi pengorbanmu.

Kami bersamamu wahai saudariku.

Semoga engkau bahagia di sana. Amin!"



""Ribuan orang mengantarkan jenazah Marwah Al-Sharbini ke tempat peristirahatannya yang terakhir di kota Alexandria, Mesir waktu setempat. Ribuan orang itu berjalan mengiringi peti jenazah Marwa yang mendapat sebutan "martir jilbab".

Kematian Marwa memicu kemarahan di kalangan komunitas Muslim di Jerman dan Mesir-negara asal Marwa-tetapi juga komunitas Muslim di berbagai negara. "Tidak ada Tuhan selain Allah dan orang-orang Jerman adalah musuh Allah," kata seorang warga Mesir yang ikut mengantarkan jenazah Marwa ke pemakaman.

"Kami akan membalas kematiannya. Barat, mereka tidak mau mengakui kita. Di sana ada rasisme," ujar Tarek Al-Sharbini, saudara lelaki Marwa.

Selain Marwa, suaminya juga menjadi korban dan sekarang masih dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit Dresden, Jerman. Suami Marwa secara tak sengaja terkena tembakan aparat saat sang suami mencoba melindungi istrinya yang diserang dengan senjata tajam oleh pemuda Jerman keturunan Rusia.

Peristiwa itu terjadi di ruang sidang di kota Dresden, saat Marwa akan memberikan kesaksian atas kasusnya. Marwa menuntut pemuda yang juga tetangganya itu ke pengadilan karena menyebutnya sebagai teroris hanya karena ia mengenakan jilbab. Marwa berada di Jerman mengikuti suaminya yang sedang melakukan riset dengan biaya beasiswa.

Menurut kakak lelaki Marwa, aparat mengira suami Marwa yang melakukan serangan sehingga petugas keamanan pengadilan itu menembaknya. "Para aparat keamanan itu berpikir, sepanjang orang itu tidak berambut pirang, maka dialah pelaku serangannya, dan mereka menembak suami Marwa," kata kakak lelaki Marwa.

Pemuda Jerman keturunan Rusia yang menyerang Marwa, bernama Alex W, 28, kini mendekam di penjara dan akan dikenakan tuduhan baru yaitu pembunuhan. Christian Avenarius, jaksa pengadilan Dresden mengatakan, Alex menusuk Marwa karena didorong rasa kebencian yang dalam terhadap Islam, karena sejak awal pengadilan, Alex yang berimigrasi ke Jerman tahun 2003 sudah mengungkapkan pernyataan-pernyataan anti-Islam dan anti-Muslim.

Dari wawancara di beberapa media Mesir, keluarga Al-Sharbini di Mesir mengatakan bahwa pelaku penusukan sudah sering menghina dan melecehkan Marwa, bahkan pernah mencoba melepas jilbab Marwa. Ibu Marwa, Laila Shams mengungkapkan, Marwa juga kesulitan mendapat kerja di Jerman karena ia mengenakan jilbab.

"Suatu kali, Marwa pernah disuruh melepas jilbab jika ingin mendapatkan kerja, tapi Marwa menolaknya," kata sang ibu.

Menanggapi kasus Marwa, Jubir pemerintah Jerman Thomas Steg mengatakan bahwa insiden ini berlatar belakang rasial dan pemerintah mengutuk keras pelakunya. Pemerintah Jerman baru bersuara atas kasus ini, setelah komunitas Muslim di negara itu mengecam pemerintah dan para politisi di Jernam yang diam saja atas kasus tersebut.

Menyindir sikap pemerintah dan para politisi di Jerman, harian independen di Mesir, El-Shorouk menulis, kalau korbannya Yahudi, barulah dunia gempar. Seorang bloger Mesir bernama Hicham Maged dalam blognya menulis,"Mari kita bayangkan, jika kondisinya dibalik, korban adalah orang Barat yang ditusuk di dunia atau di salah satu negara Timur Tengah oleh seorang Muslim ekstrim."

Atas insiden yang menimpa Marwa, Asosiasi Farmasi Mesir sudah menyerukan boikot terhadap obat-obatan dari Jerman.

Pemerintah Mesir belum mengeluarkan pernyataan atas peristiwa yang menimpa warga negaranya. Belum jelas apakah pemerintahan Husni Mubarak akan menuntut pemerintah Jerman bertangung jawab atas kasus ini. (ln/aljz/isc)""

sumber : Eramuslim